JIKA pada kulit Anda ada bintik-bintik merah dan kemudian menyebar ke hampir seluruh tubuh, waspadalah! Apalagi jika bintik merah tersebut semakin melebar dan ditumbuhi sisik putih keperak-perakan dan tebal. Hati-hati, siapa tahu Anda terkena psoriasis. Apa sebetulnya penyakit psoriasis? Lantas, bagaimana pula cara mengatasinya?

Psoriasis adalah penyakit radang kulit yang kronis. “Penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak merah bersisik kasar dan tebal”. Penyakit ini dianggap sebagai penyakit gangguan kekebalan tubuh yang dipengaruhi oleh sel T, salah satu jenis sel darah putih. Sel T yang teraktivitasi akan berinteraksi dengan sel kulit, terutama keratinosit, dan mengkibatkan pembentukan kulit yang tebal dan berbisik.

Menurut dr Hardy Suwita, SpKK dari Rumah Sakit Satya Negara, Sunter, Jakarta Utara, psoriasis bisa terjadi pada semua orang dan tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin, etnik, warna kulit maupun kulit putih,” ungkapnya. Penyakit ini pun bisa timbul kapan saja. Dan biasanya yang menjadi puncak adalah remaja berusia 15-25 tahun. “Anak-anak pun terkadang suka terkena penyakit ini,” sambungnya.

Penyebab dan Gejala

Biasanya, gejala orang yang terkena psoriasis didahului dengan semacam luka memar atau benturan di salah satu bagian kulit tubuh. Dan bagian tubuh yang terkena penyakit psoriasis setelah kejadian biasanya tidak kunjung sembuh. Bahkan sebaliknya, keadaannya semakin memburuk, melebar, dan meluas.

Sampai saat ini, penyakit psoriasis belum ketahui apa penyebabnya. Tapi memang ada gen abnormal yang mengarah ke pembentukan psoriasis pada penderita, sehingga penyakit psoriasis ini mempunyai risiko menjadi penyakit keturunan. “Tapi belum tentu juga faktor dominan, yang artinya jika orang tuanya terkena, anaknya nanti pasti terkena. Itu belum tentu juga,” tambahnya. Namun, pada umumnya psoriasis ini tidak membahayakan jiwa, walaupun sangat mengganggu kualitas hidup, seperti kehidupan pribadi, sosial, dan pekerjaan, jika kulitnya mengenai tempat tertentu, seperti pada muka, telapak tangan dan kaki, atau bahkan sampai alat kelamin.

Memang ada beberapa keadaan lingkungan atau faktor tertentu yang dapat menjadi pencetus psoriasis, antara lain stres, cuaca dingin dan kelembapan rendah, obat-obatan tertentu, infeksi (kuman streptokokus, HIV), trauma (garukan, gesekan), alkohol dan merokok. “Penyakitnya itu sebetulnya hilang-timbul,” terangnya. Tidak hanya itu, psoriasis juga ditandai dengan pergantian kulit yang terlalu cepat. Jika normalnya pergantian kulit yang terlalu cepat. Jika normalnya pergantian kulit berlangsung dalam waktu 3-4 minggu, proses pergantian psoriasis berlangsung sangat cepat, yaitu sekitar antara 2-4 hari.

Psoriasis juga dapat menyerang kulit kepala. Gejalanya adalah muncul pecahan-pecahan kulit kering yang menyerupai ketombe. “Ini juga bisa kena kuku. Biasanya terlihat lubang-lubang kecil dan keruh pada kuku. Terkadang ada pula yang tanpa rasa gatal sama sekali,” imbuhnya. Ada beberapa psoriasis yang biasa ditemukan, yakni bentuk vulgaris (bentuk plak), bintik-bintik (guttate), bentuk pada bagian lipatan (flexura), bentuk menyebar luas atau eritroderma (seluruh kulit), bentuk gelembung bernanah (pustula), bentuk mengelupas (exfoliative), dan yang terakhir psoriasis sendi (psoriasis yang disertai dengan radang sendi). “Lama-lama memang menembus tulang dan rasanya ngilu kayak rematik,” tukasnya.

Pengobatan

Menurut dr Hardy, psoriasis tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, saat ini ada pengobatan yang aman dan efektif. Pengobatan tersebut memperbaiki keadaan kulit serta mengurangi keluhan gatal. Proses ini dinamakan remisi. “Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan, hanya ada sebagai penekan gejala saja,” ungkapnya. Hal yang harus diperhatikan sebelum memilih pengobatan psoriasis adalah derajat keparahan yang diderita, lokasi penyakit, tipe, usia dan jenis kelamin bahkan juga riwayat kesehatan. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah pengobatan luar. Langkah ini untuk penderita psoriasis ringan dengan luas kelainan kulit kurang dari 5 persen.

Langkah kedua yang bisa dilakukan adalah fotokemoterapi. Biasanya untuk mengobati psoriasis yang berhasil dengan pengobatan topical. Dan langkah ketiga adalah pengobatan sistematik, yaitu obat yang dimakan atau dimasukkan melalui suntik. Biasanya, obat sistematik disediakan khusus untuk psoriasis sedang sampai berat, atau psoriasis artritis berat yang dipakai pula untuk psoriasis eritroderma atau psoriasis pustulosa.

Ada pula pengobatan dengan cara aromatik retinoid, yaitu obat seperti vitamin A. Akan tetapi, pemberian obat ini harus hati-hati karena jika tidak, akan menyebabkan radang pada bibir, rambut rontok, kekringan pada mata, mulut dan kulit.
(Genie/Genie/tty)

http://lifestyle.okezone. com/index.php/ReadStory/2009/03/03/27/197845/kulit-berbintik-merah-waspadai-psoriasis


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Yahoo! Buzz
  • Facebook
  • Google